Tampilkan postingan dengan label Dunia Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Februari 2011

Manfaat Belajar Blog

Awalnya saya termasuk orang yang jadul dengan teknologi komunikasi, tetapi setelah saya berkenalan dengan internet, terutama dalam hal membuat blog seperti ini saya merasakan ada optimisme baru dalam diri saya. Terutama saya harus berterimakasih pada seorang teman yaitu Mr Anto alias Ernas yang dengan senang hati telah berbagi pengetahuan dengan saya. Sekali lagi terima kasih kawan dan mohon sering-sering kunjungi blog ini serta berikan masukan terbaru untuk perkembangan selanjutnya

Sekarang setelah saya mengerti dengan apa yang disebut dengan blogger, maka saya mulai memanfaatkan pengetahuan ini untuk mengaplikasikan berbagai fasilitas yang tersedia dalam blog. Hal pertama yang terfikir dalam benak saya adalah memanfaatkan blog untuk berbagi pengetahuan dan menjalin hubungan dengan banyak orang. Bukan itu saja ternyata blog juga dapat digunakan untuk mendapatkan atau mengais rejeki, tergantung mampukah kita memanfaatkannya. Semuanyanya serba mungkin jika kita memiliki sebuah blog, tentu didukung oleh kualitas blog yang kita buat sehingga pengunjung merasa harus dan ingin selalu berkunjung pada blog yang kita buat. Kualitas tersebut lebih banyak ditentukan oleh isi/informasi yang kita sediakan, banyaknya link yang mampu kita bangun melalui blog, dan yang tidak kalah penting adalah variasi atau desain tampilan dari blog itu sendiri.

Secara umum bagi yang tidak mempunyai pengetahuan multimedia yang mumpuni atau bahasa pemprograman untuk menciptakan sebuah blog yang serba-serbi, setidaknya dengan fasilitas yang telah disediakan oleh blogger.com kita dapat memetik manfaat antara lain :
1. Membagi informasi yang menurut kita baik untuk orang lain melalui blog kita.Tidak banyak orang mampu menjelaskan sesuatu yang baik melalui forum, face to face atau melalui debat kepada orang lain, tetapi melalui blog kita dapat menuliskan informasi tersebut. Informasi itu dapat saja berupa pengalaman pribadi, pengetahuan yang diperoleh dari pengalaman atau belajar secara tidak formal, atau bisa saja sebuah topik yang menarik dari palanta lapau yang melahirkan sebuah ide untuk dikembangkan. Maka melalui blog semua itu dapat kita tuliskan untuk banyak orang.Coba anda bayangkan berita sekecil dan seringan apapun yang anda tulis akan terinformasikan keseluruh dunia melalui jaringan internet, apalagi berita tersebut adalah penting dan menyangkut kepentingan banyak orang.Ingat!!! berbagi ilmu itu adalah ibadah lho...
2. Belajar menuliskan gagasan dan memahami penalaran pembaca. Melalui blog kita sebebarnya lebih banyak belajarnya, kita pasti ingin tampil lebih baik dan disenangi banyak pengunjung. Secara naluriah tentu kita akan belajar bagaimana menuliskan sebuah ide dengan baik, tetapi jangan panik dulu. Kalau memang ide yang kita berikan tersebut menarik, sekalipun ditulis seadanya, biasanya pengunjung tidak akan membacanya serta akan memberikan komentarnya atau masukkan terhadapa informasi yang kita buat, karena dalam blog pengunjung diberikan fasilitas untuk itu.Nah hebatnya lagi melalui blog kita bisa membagun banyak link dengan blog lain, dan kita dapat belajar dari blog orang lain tersebut. Secara perlahan kita akan memahami sebenarnya bacaan seperti apa dan gaya berbahasa seperti apa yang disenangi pengunjung.
3. Kesempatan punya temen dari berbagai kalangan dan menjadi pemikir besar.
Bayangkan kalau tulisan atau blog anda dijadikan rujukan oleh banyak orang dari berbagai belahan dunia!!!!!. Maka anda menjadi seorang pemikir besar dan anda adalah seorang idola. Jika ini terjadi wah...wah.., tentu ini dimulai dari keseriusan kita menggunakan blogger.
4. Mencari uang atau mendapatkan finasial secara gampang. Nah! untuk yang satu ini kita harus melakukan publikasi dengan baik melalui blog yang kita bangun. Bukan hanya itu kita juga harus membangun banyak jaringan melalui banyak situs yang ada melalui berbagai jaringan di Internet, salah satunya adalah melalui penayangan barbagai iklan yang kita atur penampilannya dengan baik pada blog kita. ahaa.... bayangkan setiap kali orang mengklik kita dapat bonus uangnya. Itu baru salah satu contohnya saja, kalau anda telah membuat blog tentu peluang ini akan banyak anda temukan dalam internet anda.
5. Manfaat yang lain tentu masih banyak, yang paling terasa adalah bahwa blog adalah sebagai sumber belajar untuk kita sendiri dan untuk orang lain (pengunjung)

Oke.... untuk tulisan kali ini cukup sampai disini dulu

Internet: Bencana besar dunia pendidikan

Perkembangan internet itu baik atau buruk? Perdebatan mengenai baik buruknya internet bagi kehidupan sepertinya akan menjadi perdebatan yang tidak akan kunjung usai. Jujur saja diakui sangat banyak informasi yang bermanfaat yang dapat kita peroleh melalui internet, dan bahkan sangat banyak juga yang telah berkembang baik pengetahuannya, usaha dan bisnis maupun koneksitas dengan sesama pengguna internet. Bagi penggila internet tidak ada yang tidak mungkin melalui teknologi internet secara positif. Mohon maaf menurut saya internet telah menjadi aliran kepercayaan baru bagi generasi muda kita.


Tetapi kita juga harus jujur melihat fakta yang ada bahwa internet sesungguhnya adalah virus berbahaya yang dapat menghancurkan generasi muda bangsa ini.  Banyak juga hal-hal bersifat negatif yang semakin mudah diakses karena perkembangan internet. Kemajuan teknologi internet yang sepertinya semakin mengintegrasikan kehidupan offline dan kehidupan online penggunanya memang memungkinkan kita untuk bisa berinteraksi secara lebih ‘dekat’ melalui perantaraan dunia maya.
Memang sih ketika saya SMP dulu (sekitar 10 tahun yang lalu), saya pernah membaca sebuah artikel di majalah HAI bahwa ‘penggerak’ terbesar di dunia internet adalah keberadaan situs porno dewasa. Walaupun sekarang saya belum memiliki data mengenai penggunaan internet saat ini, namun besar harapan saya bahwa dengan keberadaan blog bisa sedikit membantu para pengguna internet untuk menggunakan internet dengan tujuan yang lebih bermanfaat.
Tapi sore ini saya bukan akan membahas urusan menyangkut perkembangan dunia sex orang dewasa di internet seperti transaksi cewek bispak atau private photo panas di account Friendster yang baru-baru ini baru diangkat (lagi) di tayangan dokumenter sebuah stasiun televisi.
Tiga hari ini saya dibuat terheran-heran karena beberapa kali menemui sebuah tindakan kejahatan berujung pembunuhan yang penyebabnya bermuara pada aktivitas internet seseorang. Seperti salah satu pembunuhan yang terjadi di Inggris di mana dengan teganya seorang suami membunuh istrinya hanya karena mengubah status perkawinannya di Facebook miliknya.
Seakan tidak mau ketinggalan, di Lysva, Rusia terjadi juga pembunuhan oleh seorang suami karena istrinya ketahuan berselingkuh di internet melalui situs kencan loveplanet.ru *hayo siapa yang sering ke sana?*. Setelah mendapatkan informasi bahwa istrinya yang menggunakan nickname Angel berselingkuh dengan seorang pria beristri, ia langsung membunuh sang istri dengan menghantam kepalanya berulang kali. Seram yach…
Oke, kedua kasus di atas memang hanya melibatkan orang dewasa, seharusnya mereka bisa bersikap lebih bijak. Namun, yang agak mengerikan adalah bahwa internet ternyata juga sering dijadikan sarana bagi para pelaku pedofilia untuk menjaring calon mangsanya. Dengan kepiawaian mereka (orang dewasa) dalam memainkan perasaan anak perempuan yang masih lugu, mereka memberikan dorongan psikologis yang cukup kuat untuk menjebak korbannya menuruti kemauan mereka. Dengan maraknya situs social networking dan chating (yang dengan mudahnya bisa diakses menggunakan hape seharga 600ribu), sarana mereka dalam ‘berburu’ seakan semakin luas dan memudahkan.
Segelintir berita di atas pastinya cukup membuat para orang tua bergidik dan menjadi was-was bila putra putri kesayangannya mengalami hal yang tidak menyenangkan atau berbahaya karena aktivitasnya di internet. Maka dari itu, sepertinya program pengenalan internet di kalangan orang tua sepertinya sudah harus dirintis untuk menanggulangi hal semacam ini. Tidak berlebihan rasanya bila orang tua yang selama ini cuma bisa merasa gaptek berusaha untuk mengenal dunia internet, terutama bila nyata-nyata mereka memasang akses internet di rumah mereka. Kan bisa dimasukkan dalam agenda organisasi warga untuk pelaksanaannya, tapi ya memang harus mau keluar modal, minimal untuk bayar biaya warnetnya. Dulu karena masalah biaya warnet ini usulan saya ditolak
Selama ini sepertinya internet adalah milik mereka yang mau menggunakannya saja, padahal efek yang mungkin ditimbulkan oleh internet bisa sedemikian dahsyat dalam perkembangan kepribadian penggunanya. Ketika saya bekerja jadi OP sebuah warnet dulu, saya sempat menyaksikan sendiri bahwa banyak sekali anak SMP yang membuka situs dewasa. Yach.. daripada saya merasa berdosa, saya matikan server warnetnya, trus bilang ama mereka kalo koneksinya down, dan mereka ga perlu bayar. Anda bisa bayangkan kalau internet sekarang telah menjadi salah satu sumber belajar bagi siswa-siswa di sekolah-sekolah. Bukan salah salah menjadikan internet sebagai sumber belajar, tetapi sampai saat ini belum ditemukan rumusan bagaimana anak didik tidak menggunakan internet untuk hal-hal yang negatif tadi tu. Bukankah itu sebuah bencana besar untuk dunia pendidikan dan generasi muda bangsa ini?
Banyak orang pesimis dengan komitmen Depkominfo untuk merealisasikan konsep internet yang aman. Padahal, kalo kita memang pesimis, seharusnya kita membantu mereka ya, bukan sekedar menyalahkan atau mencibir. Bagaimana dengan anda?

Kamis, 20 Januari 2011

Internet sumber belajar: PREMATUR ?

Internet...., diakui telah membuka cakrawala banyak orang termasuk saya. Tidaklah mengeherankan dibanyak tempat banyak orang-orang membicarakan internet, diwarung kopi, diparkiran, dan di berbagai tempat lainnya.  Internet tidak mengenal batas usia, gender, agama, suku, ras, pendidikan, batas wilayah dan negara, orang baik atau jahat, karena internet tidak butuh aliran dan hukum klausalitas untuk menampilkan penampakkannya. Internet adalah dunia tak terbatas secara maya TETAPI TIDAK selalu mengajak kita pada dunia kebenaran, internet adalah surga dan neraka. Dia adalah karya postmoteknologi yang bisa hadir dimana saja dan menampakkan apa saja. Luar biasakan?


Tentu saja ketersediaan sarana mulai dari warnet, hp dan laptop telah mempermudah masyarakat untuk mengakses berbagai situs di internet, sebut saja jejaring sosial facebook, game online, twitter, frindster, blogger dan berbagai situs lainnya termasuk situs yang berbau maksiat. Pengunjung dimanja untuk menjelajahi berbagai situs yang sering disebut dengan berselancar di dunia maya, bahkan internet menawarkan ribuan pilihan, ribuan alternatif yang menggoda. Tidak jarang godaan tersebut adalah kearah yang disebut dimasyarakat tabu seperti situs pornografi. Pengguna internet tentu sangat paham dengan maksud saya, ketika satu kata saja diketikmelalui searchenggine ribuan kemungkinan tema dari kata tersebut ditawarkan dalam hitungan detik. Kecanggihan itulah yang saya maksud postmoteknologi.

Hari ini kecanggihan internet tersebut telah banyak memberi inspirasi dalam dunia pendidikan khususnya di Indonesia. Bahkan sekolah-sekolah seakan berlomba menjadikan internet sebagai sumber belajar mulai dari , SLTA, SLTP bahkan sekolah dasar juga telah mulai menggunakan internet sebagai sumber belajar. Benar  melalui internet berbagai materi pendukung pembelajaran sampai materi pokok untuk belajar telah tersedia seperti buku elektonik (Ebook) dengan berbagai bidang studi. Yang jadi persoalan adalah bagaimana memfilter anak dari konsep posmoteknologi dan dunia tanpa batas internet tersebut. Sejauhmana sekolah mampu memberikan perlindungan bagi anak didik dan bagaimana sekolah dapat bekerjasama dengan orang tua siswa untuk melindungi siswa dari berbagai dampak negatif yang tidak terduga tadi. Berharap mengapai surga malah terjerembab kedalam neraka. Bukankah neraka itu menakutkan sekaligus sangat menarik dan sangat menggoda setiap pengunjung internet. Surga dan neraka memang hanya istilah yang saya bangun untuk membedakan dampak antara baik dan buruk, walaupun dalam kenyataannya untuk sebagian orang justru neraka itulah surganya.

INTERNET sebagai sumber belajar untuk SLTA masih oke, untuk SLTP masih okekah, tetapi di banyak tempat guru-guru sekolah dasar juga telah merujuk internet sebagai sumber belajar siswa, apakah ini juga Oke? Internet memang baru marak di Indonesia sejak tahun 2005an. Perkembangannya semakin pesat setelah teknologi telepon selular juga ikut berperan, bahkan sampai pada kasus yang masih jadi perbincangan yaitu Black Barry yang menghebohkan dengan program RIM  (research in movie). Melalui rim orang dengan mudahnya mengunduh berbagai situs dalam bentuk video. Kita patut sangat prihatin ketika internet memang tidak dapat membedakan yang patut dengan yang tidak patut, yang boleh dengan yang tidak boleh, yang dapat membedakan semua itu hanya manusia penggunanya (itupun tergantung pada iman dan tujuan sipengguna) karena internet bergaul dengan semua jenis manusia, bahkan jika bisa juga dengan setan dan sejenisnya.Maka tidaklah mengherankan jika internet juga menawarkan berbagai bentuk godaan menuju kesenangan atau kesesatan.

Apakah anak Sekolah Dasar atau SLTP telah memiliki sedikit alat pembeda/filter untuk membedakan mana kesenangan dan mana kesesatan tersebut?. Apakah tidak terlalu gegabah oleh guru ataupun sekolah menjadikan internet sebagai sumber belajar anak?. ataukah terlalu prematur menjadikan internet sebagai sumber belajar bagi siswa SLTP dan Sekolah Dasar?

Patut jadi perhatian adalah disebuah kota kecil saya menemukan sebuah sekolah dasar telah menugaskan pada siswanya untuk mencari bahan pelajaran materi biologi melalui internet. Sementara sekolah tersebut belum memiliki labor komputer atau internet, sebagai dampaknya anak terus datang berkunjung ke internet untuk mendapatkan bahan tersebut. Banyak pertanyaan yang... dan ......... praduga yang macam-macam. Apakah gurunya yang salah memberi instruksi kepada anak atau siguru memang ingin moderat dan dibilang canggih telah mengajar dengan internet. Atau boleh jadi gurunya memang tidak kompeten sehingga mencari sensasi menggunakan internet untuk mengajar biar terlihat keren tapi santai. semoga saja tidak demikian, akan tetapi apakah pantas anak SD dibiarkan ke internet tanpa bimbingan atau sudah  layakkah anak SD membahas materi yang ada di internet yang belum tentu benar atau sesuai dengan tujuan pembelajaran di sekolah. Wah... sungguh prematur jika anak SD harus menggunakan media Internet sebagai sumber belajar. Coba baca lagi internet: bencana besar dunia pendidikan.