Selasa, 26 Juli 2011

Foto Syuuur Ahmad Dhani dan Dewi Persik


Add caption

Perawan Baru Dewi Persik tuk Mas Dani?

Beberapa waktu yang lalu tersebar berita bahwa Dewi Persik menangis di Mesir. Si Ratu Dangdut Rock mantan isteri pedangdut Saiful Jamil tersebut ternyata menangis karena operasi untuk mengembalikan keperawananya. Tentu saja tangisan DP sangat bahagia, walaupun sudah janda tapi masih perawan. Saya ingin membahagiakan calon suami, beghitulah penjelasan DP.

DP yang tercatat sebagai pendatang baru pada Ahmad Dani Production House, tentu ingin mendapat tempat istimewa juga seperti yang di terima oleh Mulan Jamela maupun Maha Dewi dan The Firgin. DP emang banyak akalnya disamping orangnya emang ceplas ceplos dan sensasional, DP juga termasuk paling berani. Belum lama ini kasus ribut-ributnya dengan JuPe menarik perhatian, malah sekarang bosnya yang di bikin susah ngomong. Si Bos Ahmad Dani seakan tak bisa ngomong ketika acara gathering artis di rumahnya. Gimana mau ngomong, Ahmad Dani yang diisukan sebagai yahudinya Indonesia itu di elus jenggotnya oleh DP. Apakah Dani pasrah atau emang terghiur oleh elusan DP?.

Kayaknya Dani menikmati elusan tersebut, tapi sayang elusan tersebut didepan media. Sedangkan DP terlihat sangat bersemangat dan ..... maaf mungkin mau mengelus yang lebih lagi. Ahmad Dani yang bujangan tentu saja berharap mendapatkan sesuatu yang telah hilang dari Maya Estianti. Gosipnya Dani telah kawin siri dengan MJ, tapi MJ kan juga seorang janda. Nah... disinilah kekuatan DP walaupun sudah janda, wajah cantik, bodi sintal dan masih muda, goyangannya yahui... plus bawa perawan baru dari Mesir, tentu saja bikin Dani termehek-mehek dalam hati. Akankah perawan baru dari Mesir tersebut buat Mas Dani?.
Ha..haa... tentu saja kita tunggu beritanya seiring perjalannya waktu....adakah yang tergusur?

Senin, 25 Juli 2011

Macrame Basic Knots

Macrame Basic Knots

Beginners must be careful, in macrame basic knots, in macramé as in tatting, not to move or slacken the cord, or horizontal thread that carries the knots. The knots made by the «knotting-thread», as it will be called in future, consist of loops formed over the cord and then tightened. The knotting-thread and the cord are constantly changing places, as you work, loops having to be made now with the one and now with the other.


Macrame basic nots: Knotting on the threads

Knotting on the threads (fig. 515).—Excepting when you work with the threads of a material obtained by unravelling and drawing out the cross threads, you must knot on lengths of thread on to a cord; cut them double the length the fringe is to be and fold them in half, so as to form a loop by means of which you attach them to the cord, in the following manner.

Put the loop over the cord from the front and bring it back underneath, put the ends down through the loop, detail a, and tighten it, detail b, as shown in the engraving.

macrame basic knots

Macrame basic knots: Knotting on the threads on to a stuff edge and formation of a flat double knot

Knotting on the threads on to a stuff edge and formation of a flat double knot (fig. 516).—Push your crochet needle through the edge of the stuff from the right to the wrong side and catch hold of the loop, formed by the folding in half of the thread that is to be knotted on; pull it out to the right side, put the ends through, and tighten the loop, detail a. Detail b shows two double threads, knotted on near to each other in this way, and the first tying together of the two outer threads for the flat knot which is formed as follows:

you take the two outer of the four threads hanging down and cross the right hand one under, and the left hand one over the two centre threads.

Whilst doing this, hold the inner ones tightly stretched out on the 3rd and 4th fingers of the left hand, detail b. The manner in which the two threads are brought back and tied together again is shown in detail c; the drawing up of the threads completes the so-called flat double knot, detail d. Detail e, of the same figure, shows two flat double knots, side by side, and the first step towards the formation of a third, connecting together the two right threads of the one with the two left threads of the other.



macrame basic knots

Macrame basic knots: Knotting on threads on to a knotted heading

Knotting on threads on to a knotted heading (fig. 517).—Make flat double knots as in fig. 516, detail d, on a double cord and then knot on your threads on to the loops of the double knots, putting the loop through from the right side, so that it may lie at the back. Use double threads so that the work beneath the heading may not be too open.



macrame basic knots


Macrame basic knots: Knotting on threads on to a picot heading

Knotting on threads on to a picot heading (fig. 518) —First, crochet a row of chain stitches, then make flat double knots on the chain, far enough apart for the thread between to form picots on the chain, then a second chain of crochet drawn through the picots on one side, on to which tie triple or quadruple lengths of thread, as shown in the engraving.



macrame basic knots

Macrame basic knots: Knotting on threads with round picots

Knotting on threads with round picots (fig. 519).— Fasten the lengths of thread to the cushion with pins, about half a c/m. apart, fix the cord to one of the pegs at the left end of the cushion, hold it tightly extended in a horizontal line with the right hand.

With the left hand knot the threads that are pinned down on to the cord, looping each end twice round it, upwards from below and then drawing it through between the two loops or knots thus formed, pulling each knot to the left as you tighten it round the cord.

Make the second row of knots in the same way, taking care to lay the second cord as close to the first as possible that the vertical threads may not be visible between. One series of knots forms a bar; there are both horizontal and slanting bars as will be seen later on.

macrame basic knots

Macrame basic knots: Knotting on threads with a fringe heading

Knotting on threads with a fringe heading (fig. 520).—Knot the threads on with a picot heading, as explained in the preceding figure, then cut the picots through and unravel and comb out the threads.



macrame basic knots



For this way of Macrame basic knots, knotting on threads, a very strongly twisted material is better than a loose one, as when it is cut and untwisted, it makes a much richer and fuller fringe.

Rabu, 20 Juli 2011

Kulihat Tuhan saat Kematian (kisah nyata)

Tenyata yang ada pada manusia adalah kesombongan, walaupun sisi lainnya ada kebaikan dan kepasrahan. Manusia merasa yakin dengan kemampuannya sehingga lupa bahwa sesungguhnya tuhan lah yang memiliki segalanya. Beberapa hari yang lalu salah seorang sahabat dekat saya dirawat di salah satu rumah sakit terbesar di kota Padang. Awalnya sahabat saya mengalami pendarahan hebat karena habis melahirkan. Si bayi telah meninggal duluan sehari sebelum saat melahirkan, tetapi ahli medis bagian kebidanan menganjurkan supaya bayi dilahirkan secara normal. Akhirnya diberikanlah pertolongan dengan obat perangsang melahirkan (keterangan salah seorang bidang). Berselang 10 -12 jam rasa sakit yang dialami oleh sahabat saya tersebut, akhirnya bayi pun terlahir walau sudah tidak bernyawa lagi. Perawatan terus berlanjut seperti normalnya proses persalinan.

Setengah jam setelah proses kelahiran si ibu bayi minta mencium bayinya yang sudah meninggal, saat itu terjadi hal yang mengejutkan si ibu terlihat pucat dan menggigil. Beberapa menit selanjutnya terjadi pendarahan hebat, dari rahimnya memuncrat darah segar bagaikan mata air yang tak bisa dibendung. Kasus ini terjadi di salah satu rumah sakit daerah di Kota Batusangkar. Kaget dan menakutkan tidak hanya bagi keluarga tapi juga bagi perawat kebidanan yang ada. Saat itu juga sahabat saya dirujuk kerumah sakit di Kota Padang (95 km dari Batusangkar).

Perjalanan mendebarkan dengan ambulan. Diperjalanan oksigen sempat habis, darah disuplai 8 kantong, infus 2 kantong, sebuah kondisi yang mendebarkan dan membuat semua keluarga yang ada terlihat pucat, berkeringat dan menahan emosi. Wajah muram!!, untungya sahabat saya masih sadarkan diri.

Instalasi Gawat Darurat dengan sigap melayani sahabat saya. Pasien langsung masuk bagian kebidanan, semua keluarga dilarang masuk. Dokter dan perawat bekerja keras memberikan bantuan, sementara diluar keluarga dengan wajah tegang berdoa. Ya Allah selamatkanlah sahabat, anak, saudara, istri, keponakan kami.

Dua jam kemudian satu persatu keluarga dapat melihat, sedikit tercermin harapan diwajah kami. Sahabat saya terbaring lesu, pendarahan telah berhenti, infus masih terpasang. Malamnya sekitar jam 20.00 sahabat saya dipindah ke kamar perawatan kebidanan. Sahabat saya sadar pascaperawatan di IGD. Dia tersenyum dan menghibur kami….saya ada dimana kata-kata pertamanya. Satu persatu kami menghampiri dan menghibur, sedikit kegelisahan telah berkurang.

Ternyata kegelisahan terbesar baru muncul, Sebelum pagi perut sahabat saya membesar lagi seperti hamil 8 bulan. Siang kondisinya semakin drop, tidak lama kemudian diaknosis dokter mengatakan pasien gagal pernafasan dan gejala sakit kuning (hepatitis B). Pasien dirujuk ke ICU (Instalation Care Unit), keluarga kaget dan sock. Penyakit apa sesungguhnya yang dialami sahabat saya dan seberapa besar biaya yang harus dikeluarkan keluarganya. Rasa penasaran mendorong saya membantu keluarganya ikut mengurus surat ke ruang ICU. Masyaalah.. ssalah seorang dokter (saya tidak tahu persis dokter atau pengurus ruangan ICU) menjelaskan sewa alat dan mesin sejuta sehari dan biaya obat 3 juta sehari. Setengah linglung biaya sangat besar dan penyakitnya tidak diketahui. Saya coba bertanya apa kira-kira yang dialami oleh sahabat saya,….jawabnya pasien mengalami gangguan hati dan gagal pernafasan, jadi harus dibantu dengan mesin (teknologi) yang ada di ruangan ICU. Karena panik, tanpa membaca dengan rinci surat persetujuan rawat dan ketentuan-ketentuan lainnya pun di tandatangani. Pasien masuk ruang ICU diantar oleh beberapa perawat dan dokter.

Belum sampai 5 menit setelah membaca rujukan dari bagain kebidanan salah seorang perawat menyerakkan kertas resep untuk ditebus diapotik (isinya selang alat bantu pernafasan berikut obat-obatannya) setelah ditebus harganya hampir 2 juta. Tubuh pasien dipenuhi oleh selang-selang. Lima belas menit kemudian datang lagi satu resep permintaan darah yang isinya 10 kantong trambosit dan 10 kantong FFP (saya tidak mengerti tentang resep tersebut). Setelah menunggu komfirmasi dari PMI dan ternyata harganya 5 juta rupiah (250 ribu per kantong). Sampai saat tersebut belum juga ada komfirmasi apasih penyakit yang diderita sahabat saya. Setengah jam kemudian ada resep baru untuk ditebus diapotik sakit yang nilainya 757 ribu rupiah. Keluarga sangat panik, semuanyaa harus ada pada saat tersebut, awalnya hanya diperkirakan 4 juta ternyata dari malam sampai pagi saja mengeluarkan uang 11 juta rupiah. Sock Ketika keluarga diizinkan melihat ternyata pasien sudah koma, penderitaan yang luar biasa badan terlihat membengkak, nafas bergantung pada mesin. Kehidupan hanya terdeteksi melalui komputer.

Siangnya Saya dan keluarga bertanya pada dokter tentang penyakitnya. Dokter bilang pasien gagal ginjal akut, kehidupan pasien bergantung pada mesin selama mesin masih terpasang pasien masih terbantu. Keluarga semakin panik. Siangnya saat membesuk lagi keluarganya sempat membuka mata pasien. Saat itulah dari mata yang kaku dan dingin seakan bicara tolong panggilkan keluarganya yang lain, dia mau minta izin, dan cabut semua slang dari mesin ini. Seakan ini adalah pembicaraan nyata, ketika mata nya dilepas dada ini terasa sangat padat seakan mau meletus, saat itu juga semua keluarga dikumpulkan dan membesuk untuk terakhir kalinya. Paginya hanya dilepas oleh sang bapak dia berhenti bernafas, mesin tak sangup membantunya.

Entah kenapa pada saat lampu terang benderang dalam ruangan ICU, semuanya terdiam secara bersamaan, anehnya lampupun terasa tidak bercahaya alias buram. Saya berkeringat dan yang lain juga mengaku merinding. Saya merasa ada sesuatu yang teramat kuat, teramat agung dan sangat berkuasa dalam ruanga tersebut. Saat bersamaan si bapak juga membisikkan ayat suci ketelinga sahabat saya, berselang beberapa detik komputer memberi tanda sebuah kematian. Innalillahi wainna illaihirojiun, telah berpulang menemui ajalnya sahabat saya, sekalipun kehebatan manusia membuat mesin dengan teknologi yang terhebat sekalipun tidak mampu menunda satu detikpun kematian tersebut. Anehnya saat itu juga ruangan kembali terasa terang benderang dan semua kami tersentak seakan tidak percaya bahwa ada yang telah merengut nyawa sahabat kami yaitu sang pemilik ALLAH swt melalui malaikatnya. Aku yakin telah melihat keberadaan tuhan saat kematian sahabat saya, lewat kuasanya, sekalipun saya tidak yakin dapat bersua dengan-NYA. Aku meyakini tuhan karena manusia tak mampu mengatasinya, manusia hanya sombong dengan kemampuan sementara dengan alam nyata. Manusia terlaku yakin dengan sedikit ilmu dan mengangap tuhan hanya kemubaziran, iluusi agama dan kebodohan. Biarlah Mukjizat Allah yang membenarkan hati yang tersesat tersebut dan sahabat kami dibawa ketempat yang terbaik disisi-NYA. Amin.